Showing posts with label Istanbul - Transportation. Show all posts
Showing posts with label Istanbul - Transportation. Show all posts

7 August 2015

Turkiye Day 3 - Balik Ekmek / Taksim Square / Kamil Koc

Assalamualaikum. Marhaba.

After spending more than 4 hours exploring Topkapi Palace, I exited the palace & walked to Eminonu. Opted to walk instead of hopping on the tram because I wanted to enjoyed the city on foot. Lagi best! Feeling tu terus meresap dalam jiwa.

The distance isn't that far from Topkapi to Eminonu Pier but I took nearly an hour walking. Sambil jalan, sambil cuci mata. Sambil click sana, click sini. Santai. Bukan ada apa yang mau rushing sangat pun.

6 April 2015
Istanbul 
# Gulhane Tram Station
# Some street along the way to Eminonu
# Another shot of Yeni Camii (New Mosque) 
To get to the Balik Ekmek boats area at Eminonu Pier, I passed by Yeni Camii once more. Kena ikut underground passage. Still drizzling masa ni tapi ku gagahi juga. Demiiiiii Balik Ekmek.
# The boat where they make the fish (Balik) sandwich (Ekmek). 
Memang ndak plan to take away pun. Sit-down experience is what I aimed. Lepas order sama Abang sado, I quickly search for a vacant chair. Abang muka garang tapi tiba-tiba request aku ambil gambar dia. Ndak payah poyo mau cari meja kosong, janji ada kerusi. Alhamdulillah, I didn't struggle much to search for a vacant space. Pusing kepala dua-tiga kali, tadaaaa...meja & kerusi kosong right before my eyes. Magic gitu!
# My TL 8 Balik Ekmek. Harus asingkan onion dulu. 
My verdict? Superbly delicious! Generous amount of fish fillet, walau the bread a bit keras. I enjoyed my luncheon. Before this trip, I came across comments from few people who dislike the taste of this fish sandwich. Some said it's too bland. While some even suggest one should bring their own chili powder or MSG. Amazingly, I just consumed the sandwich as it is & sangat sangat suka! Tuang jus lemon & sprinkled a bit of salt. Walla!!! Makan ndak tengok kiri kanan. Siap beli lagi satu. Tettttt!
# Walau cuma jual street food, lampu deco gerai tetap kebabom kan.
Lepas mencekik, perut kenyang...senang hati. Tiba masa untuk proceed to next plan. I took the tram back to Taksim Square; cancelled my plan to walkertapaki because it rained heavily soon after I hopped in the tram. 
# One of the colorful staircase at Findikli, Istanbul taken from inside a moving tram.
One of my regret during this trip is not being able to witness all those beautiful rainbow staircases at Findikli & Cihangir. If it's not because of the heavy rain I would have pose-ndak-hengat-dunia at all those staircases. Never mind, next visit harus akan ada misi yang ni. Insha Allah.

Back to Taksim, before balik hostel untuk packing...kill time ronda Istiklal Street. Syukur juga masa tu hujan redah sikit. But still kena beli payung. Nampaklah orang jual payung transparent, terus niat mau beli colour pink. Walhal di Eminonu tadi punyalah banyak orang jual tapi kau jual mahal, kan Bie? Sekali sampai Taksim, nan hado yang jual pink umbrella so si Err pasrah beli polka-dots transparent umbrella. 
# Mau masuk WC pun mencabar. Underground! And yes, it ain't free!
Public toilet or WC memang susah sikit mau jumpa di Istanbul. Jadinya when I saw WC sign, haruslah singgah! Walaupun kena turun tangga Harry Potter. Actually WC ni dalam masjid. Kiranya cuma tempat wudhu' jak yang free...yang mau membuang before beribadat, silalah masuk WC berbayar. 
# Hujan di bumi Istanbul
# Stand for EXO. *flip tudung*
# Lori sampah comel yang langsung tidak berbau. Relaks jak aku jalan tepi lori ni.
# Singgah sini untuk tunaikan pesanan kehormat from someone back home.
# Istiklal Caddesi
# Singgah beli lokum untuk bekalan dalam bas.
Habis ronda cuci mata, I went back to my hostel. Mandi manda. Packing. Pastu check out. Aku memang request for late check out & the manager charged me half day rate. Next, tinggalkan anak gajah di luggage storage. Luckily the storage is only a block away from the hostel else harus patah pinggang mengangkut. 
# More info about this left luggage service here. 
Settled with the anak gajah, singgah beli bread & bun di Simit Sarayi. Then I walked to Kamil Koc office. Was told to wait for the shuttle bus that will bring me to the bus terminal at 8pm the latest. Bus will pick me up at 830pm. Si Err datang awal so lepaklah dia kejap di waiting room. Sambil charge segala devices yang ada. 
# Cuma angkut that small backpack. Nasib baik muat.
Shuttle bus arrived on time. It started to rain heavily again soon after I got on the bus. Sepanjang hari bumi Istanbul disimbah hujan. Tapi memang perfect timing! Kan aku naik overnight bus, haruslah bakal tidur lena. 
# Is Park. 20 minutes from Istanbul. It is home to many popular bus companies in Turkey.
# Kamil Koc waiting tent. 
Besar sebenarnya building Is Park ni tapi aku tiada mood mau menggambar malam tu. Hujan satu hal. Sejuk satu hal. Then masa pi WC, aku super malas mau korek camera dalam bag. I totally forgot about the existence of my handphone. Jadilah kan dapat gambar seketul dua.
# Kamil Koc coach bus.
# My ticket. 
From Istanbul it will take approximately 10 hours to reach Denizli. Bus departed at 920pm sharp. Luckily I got to choose my seat upon purchasing the ticket. Nampak jak seating 2+1 terus laju si Err pilih single seat. Senang kerja. Tidur kuak lentang macam mana pun tetap ndak ganggu orang sebelah.
# Inside the bus.
# Free food & drink.
# Power point at each seat.
Less than an hour after we left Istanbul, steward cum bus assistant started serving light supper. Rasa macam naik flight pula kan siap ada snack berhidang bagai. FOC pula tu. TV pun ada. Tapi aku ndak lah melayan movie sebab nan hado movie English. Ada 2 usb ports for charging. Lengkap! Toilet jak tiada. Tapi aku bersyukur sebab aku ni kan ada penyakit 'hantu tandas'. Kenapa bersyukur? Sebab bila tiada toilet dalam bas, automatik pundi kencing tunjuk tahap toleransi paling tinggi! Langsung tiada rasa mau terkucil hokey! Grrr sangat perangai.

Regardless mindset has changed pasal toilet, aku tetap ambil langkah berjaga-jaga. Hence masa steward datang offer drink, aku cuma minta air mineral. And grabbed whatever snacks in the cart. Dasar piranha! Wifi onboard is free so I went online for a while prior dozing off. Terjaga juga few times tapi sambung tidur dengan jayanya. Bas ada singgah RNR twice if I'm not mistaken. And aku cuma turun sekali. Paling win, most of the big bus companies have their own RNR! Yang complete fuel station, restaurant, mini market. Bapak impressed aku wei.

Anyway, thanks to Merengmate for mentioning the ferry ride. Aku pilih seat jauh dari pintu depan & belakang. Because according to her, it will get extra cold during the ferry ride. "Aku rasa macam sejuk gila tapi aku tak tau kenapa Bie". Mampu statement gitu? Haruslah sejuk membeku sebab both doors of the bus must remain open throughout the ride as to allowed ventilation. Nanti ada juga passenger mati ndak cukup oksigen, kan. Aku sedar masa bas start masuk ferry, pastu ada juga terasa angin beku menerpa masuk once the driver opened the doors. But I managed to get back to my beauty sleep soon after that. Cocooned myself in my jacket...and off I went to dreamland. 

I woke up in Denizli the next morning. Tipu! Walhal terjaga awal because the bas stopped at few bus stations before finally arriving at Denizli Otogari. 

Part Denizli, yang tu kita continue next entry. 

eryantierdabdulkarim

22 June 2015

Turkiye Day 2 - From Taksim to Sultanahmet, Istanbul

Assalamualaikum. Marhaba.

The night before memang tidur super lena. Sebab penat total! Jet-lagged! Tapi tetaplah bangun terlebih awal. Half reason sebab bunyi hon bertalu-talu di luar jendela. Half lagi maybe sebab aku sebenarnya sudah ndak sabar mau start exploring. Penat oii turun naik flight. Haruslah jadi extra impatient untuk explore Istanbul.

5 April 2015
Taksim, Istanbul
# Menjenguk ke luar jendela. Kereta bukan banyak tapi mana datang bunyi hon bertalu-talu tu? 
Lepas mandi, terus siap-siap. Walhal masa tu dunia masih gelap gulita. Boleh masa ni kejadian bersiap macam datin berlaku? Belum pernah dalam sejarah aku travel, aku jadi extra extra fussy apa mau dipakai. Seriously! Ntah roh apa rasuk aku. Dua kali tukar tudung. Dua kali tukar baju. Mula tu mau pakai jubah; gigih ok pi alter panjang jubah sebelum trip ni. Semata-mata mau berjubah di bumi Istanbul. As per Ernie; sana semua rata-rata berjubah. Yang aku ni pun ntah kenapa, ada hati mau ber-ootd. Dress like the local. Katanya! 

Tapi niat untuk berjubah serta merta mati bila aku tengok kabus di luar tingkap. Checked weather forecast; it was freaking 8'C. Memang menempah maut kalau still berkeras mau ikut kata hati! Nasiblah akal logik outweighed everything. Pastu part tudung? Pun gigih juga bawa tudung yang perlu ironing. And masa nilah start aku menyumpah tangga berlingkar hostel ni. Imagine turun naik dari 3rd Floor to the reception area. Seksa! Sudah sampai di bawah, sorang pun tiada untuk tunaikan permintaan aku. Office/bar still berkunci! Terpaksalah bertabah naik balik. On the way up, nampak satu 'perabot' bergrill. Dalam tu ada towels & bedsheets. And di rak paling bawah adalah benda aku cari-cari dari tadi. Iron! Hoyeah! Akhirnya dapat iron tudung. Sobs betul perangai kau kan Bie!

To cut things short (padahal sudah tiga paragraphs untuk intro jak)...lepas siap-siap, and bid goodbye-safe trip sama roommates; I made my move out from the hostel. Tanpa ada syak wasangka, malam tu drama cerekarama di Istanbul akan berlaku.
# First drink yang aku telan di bumi Istanbul. Fuh, ayat.
Bought my Istanbulkart at a convenient shop near my hostel. Paid TL10 (Card; TL6 & fare credit; TL4). And aku reload extra TL20 sebab dasar pemalas mau top up berulang kali. Oleh sebab guna not besar, aku pun belilah drink sekali. Walhal Ahjussi kedai ndak kisah pun cuma automatik rasa bersalah. Aku kan customer awal pagi buta, so aku assumed Ahjussi mesti kurang duit tukar. Gitu tiba-tiba jadi seorang yang concern. 

Istanbulkart ni lebih kurang macam Touch'n'Go / TMoney juga. Tap at a turnstile censor upon entering a station (tram) or card reader next to the driver (bus). Turun ndak payah. Untungnya pakai this transit card sebab tram, city bus, Metro, Funicular, Tunel & ferry fare is TL2.15. Regardless of the distance. Pasal tu kalau setakat jarak 2-3 station, aku prefer jalan kaki jak. Sayang duit tambang.
# Lengangnya Taksim di pagi hari, sangat different with the view I saw last night yang super crowded. That morning, aku rasa siap boleh berguling dari hujung ke hujung. 
# Awal pagi lagi diorang sudah buka start berniaga.
# Down to Funicular platform (Taksim Station).
My route that morning was from Taksim to Sultanahmet. Kena guna two mode of transportation. Funicular & tram. Bab transportation ni memang sangat sangat sangat berjuta-juta kilo terima kasih to bestie Ernie, Merengmate & Farikica. Aku ni selalunya akan plan route prior my trip, so adalah sangat berbesar hati when they generously shared information about these transportation in their blogs. Pastu siap ada gambar, sangat suka berganda-gandalah kan. Dapat aku imagine how those stations look like. 

Taksim (Funicular) - Kabatas (Funicular) - Kabatas (Tram) - Sultanahmet (Tram)
# Everyday memang jalan via this route. Mau cakaplah kunun, I managed to master the transportation system in Istanbul in just seconds. Riak!
# Warna warni di pagi hari. Si Err ada rupa macam pokok krismas berjalan sudah.
# Everyday juga exercise turun naik tangga sebab sangatlah susah untuk jumpa escalator. And I thought di kampong jak aku akan exercise betis? No wonder orang-orang Turki ni selim-melim.
# Angan-angan ku untuk dapat capture gambar sunset macam di kad tu...punah ke laut Bosphorus. 
# View from inside the tram. 
Memang sengih kerang busuk jak aku sepanjang journey pi Sultanahmet ni. Ntah sebab apa; tapi yang pasti hati aku bahagia gila saat ni. Happy. Terus ada rasa sendu juga. Betapa perancangan Allah itu indah. I never thought I will be going to Istanbul in the near future. And I never expected I would fall in love with this place albeit baru berapa jam landed di bumi Istanbul. 
# Gigih ambil gambar road signage walau dalam tram.
# And akhirnya sampai ke destinasi. Sultanahmet Station. 
Terus rasa dejavu sebab sudah puas cuci mata tengok gambar station ni di blog orang lain. This time, turn aku pula menjejak. Alhamdulillah. Keluar dari tram *dengan senyuman lebar gila & dada dupdap ntah penyakitan apa*, terus lintas atas laluan tram! Wah, do it like the locals katanya. Semua orang pun selamba jalan atas track tu. Laluan bersama kereta, tram & manusia. Masa ni suddenly rasa macam ndak cukup masa untuk visit tempat yang aku mau jejak. Queue at all the three main places adalah macam ular kena palu. Walhal baru jam 830am! Ok fine, that day adalah Sunday hence no wonder manusia adalah ramai. Dari dalam tram tadi sudah nampak barisan ular depan Basilica Cistern. 
# Gazebo style fountain at the Sultanamet Square. It was constructed for the 2nd anniversary of German Emperor Wilhem II's visit to Istanbul. 
Aku jalan pi Sultanahmet Square. Masa ni memang fikiran kacau bilau. Boleh? Tiba-tiba ndak tau mana mau jejak dulu. So I let 'the legs' do the decision. Di mana langkah kaki, aku turuti. P to the Yo! First yang aku lintas adalah German Fountain (picture above). Mula tu ingatkan tempat wudhu'. Apa menarik pasal fountain ni? It was actually built in Germany. Then transported piece by piece & assembled in Istanbul. Gigih kan angkut satu-satu. Tapi fountain ni memang lawa. Interior dome tu sebenarnya covered with golden mosaics. 

Sudah pusing-pusing tengok fountain ni, kaki melangkah menuju pi next destination. Sempatlah posing seround-dua depan water fountain yang terletak in between Ayasofya & Blue Mosque. Hati memang berbelah bagi mana mau dituju dulu. Bila ditimbang-timbang; considering aku lagi dekat sama Ayasofya so ke sanalah aku. Before join queue pun sempat lagi snap few more pictures. Sambil senyum! Ntahlah roh apa merasuk, senyum memanjang masa di sana. Mesti orang ingat aku gila senyum saturang-saturang. Lantaklah labu, yang penting hati aku bahagia saat & ketika itu. Unsangkarable betul penangan Istanbul ni.
# Senyuman masi terukir walau nampak queue gini. 
Alang-alang sampai, ndak kan nampak queue panjang terus patah harapan kan? Join jaklah baris. Bukan luka mana-mana pun. Lagipun weather adalah sejuk-sejuk sepoi bahasa. Tengah queue tu, ada few tour guide datang approach offer untuk jadi guide dalam Ayasofya. Kalau ikut guide, akan skip barisan macam ular ni. Kiranya fast lane. Tapi haruslah akan kena bayar extra. Sebab aku memang ndak plan untuk berguide bagai, haruslah tolak offer dengan baik. Biarlah aku baca jak information plaque-plaque dalam bangunan tu nanti. Budget ciput oi, ndak mampu hire guide. 
# Right before entering the entrance gate.
Ndak lama mana pun sebenarnya queue untuk masuk. In less than 10 minutes, aku sudah sampai depan gate. The moments of truth! Ndak sangka betul dalam tidak beria untuk pi Istanbul; aku akhirnya jadi excited. Sebelum sampai memang ada study sikit-sikit, yet still rasa macam mimpi upon seeing all those historical buildings before my eyes. Alhamdulillah, syukran Allah. 

Tapi! Aku stop sini dulu lah. Next entry baru buka cerita pasal Ayasofya. To be continueeeeeeeeeee....

eryantierdabdulkarim