5 September 2019

China Day 1 - Qianmen Street / Tiananmen Square, Beijing

Assalamualaikum. Ni Hao!

From previous entry (here).

12 January 2016
Beijing, China

Selamat jumpa hotel walau sempat sesat sebab salah ikut direction (tulah daulat sama arahan). Dalam screenshot email si DJ, suruh pi kiri lepas exit Dongsi Station. Tapi bijak bestari si Err ambil kanan & jalan menonong ke depan penuh kondifen. I chose to blame the cold winter though; beku pemikiran aku! Yang si Jea pula haruslah ikut jak ke mana langkah kaki ku sebab itinerary Beijing ni aku yang buat. Pasrah!

After nearly 15 minutes jalan & still ndak jumpa hotel, barulah realized memang sah salah jalan. So kitorang stopped kejap tepi jalan, and try digest betul-betul map hotel yang ada di tangan. Ndak susah pun wei! Semua depan mata jak tapi sebab salah belok tu yang ke laut terus tu. Ok tipu, Beijing tiada berlaut.

Alhamdulillah selamat jumpa hotel (tu update nanti). Pastu boleh check in awal pula. Double hooray. Masuk bilik, terus urus diri. Bersiram & bersiap. While tunggu Jea bersiram, aku isi perut & online. VPN berjalan lancar, dapatlah update media sosial. 

Settled semua, kami pun mulakan langkah. Sebelum keluar, aku hafal siap-siap route yang paling senang & mudah untuk balik hotel nanti. Harini plan adalah untuk mengukur jalan. Ndak lah perlu terjah semua yang ada dalam itinerary, setakat termampu jak. 

Direction to Qianmen Street : Dongsi Station Line 5 (purple) ---> Chongwenmen Station Line 5 ---> Qianmen Station Line 2 (dark blue) Exit B 
# Archery Tower of Qianmen Gate (seen from Exit B)
Gotta walk pass through this gate to get to Qianmen Street
# Qianmen Archway
Ada tram (called Dangdang Che by locals) yang lalu sepanjang jalan Qianmen ni tapi masa kami sampai tu, nan hado bayang tram. Yang ada cumalah tram yang idle; aku assumed diorang buat display sebab tram tu 'pakai baju'. 
# Kaki ada, jadi walkertapaki jak lah kami ('tram' paling reliable)
# Starbucks branch in an old classic building
Mau lepak ngopi tapi sebab travel partner kali ni bukan berjiwa ado-ado macam Mak Jemahs, so kita simpan niat. Next time insha Allah, amin 
# From another angle
Tujuan pi Qianmen ni memang untuk witness by ourselves the ancient commercial street. Ndak rugi tempat ni first yang kami tuju. I simply fell in love with this place. Everything look so classic & elegant. No wonder it is said that thousands of people come here everyday; mainly to experience the relics of historic wealth. I now know why.
# Memang automatic dynasty-kinda-feeling tu ada bila nampak buildings di sini
# Tiba-tiba lah kan kedai dari kampong pun ada di sini
# Geng Uncle-uncle; membawang sambil berbisnes tepi jalan
We walked where our feet led us. And whenever we saw crowds. We walked through the small & big street, narrow lanes & alleys. We entered few of the shops but decided not to buy anything as yet. Baru first day, nafsu membeli masih berbelah bagi. 

Initially we planned to have our brunch here. According to my research, ada few shops with halal sign at this area. We went to one of the restaurant; flipped the menu booklet given...and eventually decided to leave upon seeing few menu yang meragukan. Ndak apa, tenaga dari breakfast roti di hotel masih ada. Moh ler kita menjelajah lagi Qianmen Street ini.
# Dashilar Street
The most ancient, famous & distinctive street in hutongs of Beijing. 
# Pengabadian kenangan katanye
# Authenticity
Tidak hilang ditelan zaman
# Cuci mata
Mostly souvenir pun memang sudah selalu jumpa di mana-mana, akibat selalu menghadap barang Made in China jak kan 
# Hutong 
# Banyak lagi yang boleh ditinjau di sini (mostly shopping)
Sudah agak-agak puas mengukur jalan di Qianmen, kami pun patah balik to where we started our journey this morning; the Qianmen Gate. Banyak lagi yang mau dijejak di Beijing ni. Esok sudah mau pi tempat lain pula so marilah pulun sebaiknya peluang yang ada. 
# Qianmen Gate Tower; highest tower gate in Beijing
Also known Zhengyangmen, it served as the South Gate of the capital city in Ming (1368 – 1644) and Qing (1644 – 907) dynasties, bearing a history of over 600 years. First built in 1419 in Ming Dynasty was said to be the Gate of the Nation. Qianmen was an entrance merely for imperial carriages. It was only opened when the emperor went for worshiping heaven in Temple of Heaven or during the emperor and empress's wedding. -wiki-

From Qianmen Gate, we followed the sign to Tiananmen Square; one of our highlight of must-visit place in Beijing. Aku ler tu yang taruk tempat ni dalam our must-must list tu. Si Jea menurut jaklah perjalanan yang aku atur. Tapi betul lah kan, ni salah satu landmark China. Alang-alang sudah sampai, haruslah menjejak.
# China Railway Museum
Seen from across the street on our way to Tiananmen Square from Qianmen Gate
And sebelum masuk dataran nan luas ni, kena ikut laluan underground untuk sesi scanning diri & your belongings. Sila bawa passport, sebab diorang akan check. Ni based on our experience 2016 haritu. Ndak tau lah valid ka masih di tahun 2019 ni. 
# Monument to People's Heroes
Located at the center of Tianmen Square; it is the largest monument in China's history. Eight unusually large relief sculptures show to the people the development of Chinese modern history. Two rows of white marble railings enclose the monument, simple and beautiful (source: here)
# National Museum of China
Note that yellow barriers; it continues throughout the square. Hence dari celah mana kau plan untuk masuk Tianmen Square ni, memang perlu pass through security check. 

And obviously we didn't enter the museum. Memang tiada dalam itinerary...and kalau pun ada, memang ndak lah aku 'berkari' mau go through the security check lagi. Queue satu hal, leceh mau scan beg bagai satu hal. Memang berhal-hal so marilah kita proceed pi ke arah Tianmen Tower. 

Dari kejauhan sudah nampak muka si Chairman Mao Zedong. Nasib bukan gambar dia melambai-lambai else harus kami rasa macam dialu-alukan lah sangat kedatangan kami. 

Cerita masuk Forbidden City aku continue next entry. Pening mengimbau route perjalanan (update lah lagi once in a blue moon, kan?!). Lagipun entri ni berjela-jela sudah, jari jemari perlu rehat. Gitu alasan si Bibie.

Until next entry, wassalam.

eryantierdabdulkarim

3 September 2019

China Day 1 - Beijing Capital International Airport

Assalamualaikum. Ni Hao!

Finally roh Rajin merasuk diri lagi. Syukur! Barulah ada mood mau update cerita pasal China trip yang sudah 3 tahun lamanya itu. Bertabahlah mesin processor didera untuk mengimbau segala cerita. 

Plan mau explore China ni memang sudah lama bermain dalam fikiran. So bila si Jea bentang idea to explore the country together, bagai pucuk dicita ulam mendatang lah si Bibie. I immediately agreed. Sebelum ni cuma 'bertentang komen' di alam maya, this time akan mengembara China bersama for two weeks. Percubaan meracun Jea untuk suka winter, alang-alang dia memang mau pi oversea during her birthday.

Segala urusan beli tiket (flight, train etc etc) or booking accomodation discussed via whatsapp jak. As well as the itinerary. Since aimed aku mau jejak Beijing & Harbin, therefore aku kena study & plan itinerary for that route. While Jea planned for Zhangjiajie & Fenghuang. Xi'an & Changsa adalah bonus route for us both. Win-win sebab aku ada tempat mau tuju di Xi'an & si Jea memang mau balik Malaysia via Changsa (penangan Lay EXO chenta hati).
# Summary trip Ni Hao 2016 kami
Curi gambar ni from Jea's blog because I was just too lazy to make a new map, alang-alang dia sudah buat so kita pinjamlah (minta dihalalkan eh)
12 January 2016
Beijing International Airport

Flight from KLIA2 departed on time (11 Jan 2016). Sempatlah lepak ngan si Nily (penasihat utama aku untuk trip China ni; Kak Long kawasan dia ni) before departure. Kutip boots sekali. Original UGG yang sudah jadi bahan waris si Err. Terima kasih daun keladi Nily, sangat-sangat jadi penyelamat aku masa kat China haritu. Ucapan delay bertahun-tahun kaedahnya kan.

According to the information details on my pictures, we arrived Beijing Capital International Airport at around 1-ish in the morning (next day).  6 hours plus jugalah dalam flight. There is no time difference between Beijing & Kuala Lumpur so tiadalah kejadian jetlag bagai.

Didn't order nor buy any meal on board sebab preferred layan mata. Lagipun sudah melantak before departing. Haruslah tidur lagi afdal.
# In front of the arrival hall
No one with our names on cardboard waiting for us so marilah terus menuju waiting area
# Meet my travel partner
First time jumpa masa trip ni lah
# Beijing Airport selengang alam
Sampai pun sudah jam 1am kan, jadinya airport tu memang kami yang punya
Sebabnya kami memang ndak sempat untuk naik airport express train to downtown Beijing (last train is at 22:52 from T3 & 23:10 from T2), makanya kenalah stay overnight di airport. Luckily boleh bermalam di BCIA ni else terpaksa kami cari hotel berdekatan airport. 

As usual, aku extra excited sampai tempat baru. Lepas jumpa port yang ok sikit untuk melepak, kami bergilir pi toilet. Yang si Jea sudah ready untuk beradu, yang aku pula mata sudah bersilau-silau mau explore area airport. So I left Jea with our bags after kami dua melantak Maggi. Untunglah ada hot water dispenser provided (saiz super bagak ok!). Not only do they provide hot water; they also provide cold, iced & purified water. Clapping hands for BCIA.
# Memang lah franchise nan satu ni; macam seluruh pelusuk Asian wujud
# Sebab winter, and ndak mau cari pasal...aku stay dalam airport jak. Keluar kalu, panjang lagi langkah aku kang
# Anganan untuk lepak di Starbucks (sebab memang kan poyo perangai ado-ado kalau travel). Tapi cancelled sebab diorang tengah prepare untuk close store masa aku sampai tu
# Elok si Jea layan mata di kerusi sebelah. Luckily tiada arm rest between chairs so bolehlah baring kuak lentang conquer the whole row
Lepas menjelajah lebih kurang area Terminal 2, aku kembali ke 'lubuk sementara' kami. Ada wifi free di airport so I spent time surfing the internet. Untung ikut nasihat si Hang Dhamin; installed few VPN apps siap-siap di Malaysia sebelum penyesalan tiada berguna once landed China. Sila google apa itu VPN, am too lazy to explain. Gituuu! 

Kalau aku ndak silap, ada juga aku terlelap di kerusi tapi takat tidur-tidur ayam jaklah. Rimas sebenarnya sebab aku belum mandi seharian. Dari pagi sudah berterbangan dari KK pi KL, then sambung pi Beijing pula. Tabahlah, demi keriangan travel berganda katanye.
# Beijing extensive subway map
Sebab sudah biasa subway di kampong ku Seoul, aku cool jak bila nampak peta yang berselirat gini
We woke up an hour before the first train departure time (06:22 from T3 & 06:35 from T2). Siap-siap me-refresh-kan diri. Sempat juga buat minuman 3in1 sebelum gerak pi train platform.
# Fyi, boarding sites adalah di level -2F
Yup you read it right. -2 it is; underground ke bawah-bawah
Macam biasa kalau di China, semua haruslah go through security check. Bag kena scan everytime mau masuk train station. Aku kelam kelibut sikit pagi tu jadinya ndak lah sempat ambil gambar. I was in the 'adjusting phase' with Beijing katanye.

Before boarding the train, we bought the Yikatong card from the counter. Thanks Merengmate for information you shared (gigih share gambar kad bagai). Boleh baca lanjut about this transportation card; here. 
# Queuing for the train
Terima kasih for acknowledging what queueing up is
# Sabar tunggu pintu train buka; and letting people going out from the train
# Yikatong Card ku yang sudah pudar
This card requires 20CNY refundable deposit. I didn't return mine because I intended to keep it hence I don't get my deposit back. Considering we have 2 days to explore Beijing before we depart for Harbin, we reloaded the card with just 50CNY
# Tu dia semangkit si Jea mau cepat sampai platform for subway train
Dari BCIA, kami naik Airport Express sampai Dongzhimen Station. Then from there, we took the subway on Line 2 (dark blue) to Chaoyangmen Station. Later boarded the subway on Line 6 (orange) to Dongsi Station. Sound complicated ain't it? Sebenarnya easy peasy jak tapi kalau explain in words memang jadi berjela-jela. Ngek. 

BCIA ---> Dongzhimen Station (Line 2) ---> Chaoyangmen Station (Line 6) ---> Dongsi Station

We stayed at the hotel yang pernah si DJ & En Mie tinggal juga. Memang mudah kerja aku masa draft itinerary. Murah hati si DJ share itinerary trip Beijing dia...also email dari En Mie (map to hotel & other useful maps as well). Terima kasih banyak-banyak, hanya Allah yang layak balas jasa baik korang.
# Subway train lengang lagi sebab masih awal
Sampai Dongsi Station, maka bermula lah penggembaraan kami berdua mengukur bumi Beijing. Journey from the airport tu baru 'intro'. Cerita yang sebenar started once sudah menjejak downtown. 

Berbekalkan direction dari DJ & map dari En.Mie; maka dua ketul wanita comel pun menyelusuri jalan Dongsi Street mencari hotel. 

Dalam sejuk bedi, sambil pikul anak gajah yang boleh tahan berat, perut yang sudah start berkonsert, badan penat sebab sehari semalam belum dapat proper rest...pastu angin winter yang mengigit kulit lagi. Tabahlah Jea melayan perangai Princess Elsa aku di awal pagi tu. Mau sangat sejuk kan, telan lah. Suka sangat winter kan, hadap lah. 

So, did we find the hotel? That I will continue later. Ni mukadimah jak, demi meraihkan roh Rajin yang datang semula. Harap kali ni kekal lama sikit dalam sistem. Ahaks.

Till next entry, wassalam.

eryantierdabdulkarim

23 August 2019

Life l Evening Outing at Ttukseom Resort

Assalamualaikum. 안녕

Kita simpan tepi dulu cerita throwback trip-trip lalu. Bagi rehat kotak memori kejap. Banyak sangat mau diimbas, takut short circuit sistem aku nanti. Gitu hujah si Err.

22 Aug 2019
Ttukseom Resort, Seoul

So, semalam akhirnya Allah bagi peluang merasa 'makan di depan Han River' di Ttukseom. Finally, after the umpteenth times merancang. Alhamdulillah.

We plan, Allah plans. And indeed, He is the best planner

Aku & Niza gerak dari guesthouse after solat Asar. Actually terlajak 30 minit sebab gedebak gedebuk bersiap, then masa tu lah baru sibuk cari tikar, cari sudu garfu pinggan pelestik. Janji jumpa jam 530pm, around 6pm barulah tersembul muka kami. Nasiblah Suna & Zue pun baru sampai, cuma awal few minutes from us. 

Angin petang semalam adalah bersepoi-sepoi bahasa. Pancaran matahari pun Kurang bahang sudah sekarang ni. Signs of autumn is approaching soon. Can't wait!

Mula tu kami plan mau berpicnic di Yeouido; still ber-view-kan Han River. Tapi fikir-fikir balik, tempat tu macam sudah biasa. Lagipun sure ramai orang. So I suggested Ttukseom Resort ni. Dulu aku pernah pi sini, layan melankoli hati. Walhal kau menjejak sana sebab tu shooting location drama Iris 2 yang si Top berlakon. Koh!

Anyway, untuk ke Ttukseom Resort ni...boleh naik subway sampai Ttukseom Resort Station (뚝섬유원지역) Line 7 - Exit 2 or 3.

#1 Maples leaves on that pillars would be super beautiful when they turn yellow+red+orange
#2 Boleh sewa basikal; single seat & tandem available. Sewa ikut jam; kalau ndak silap 1 hour (3,000\) & 2 hours (5,000\)

Kali ni belum bernafsu untuk mengayuh jadinya pandang sepi jaklah basikal-basikal tu. Insha Allah nanti bila datang jiwa feeling Kdrama, aku sewa kau. Ok Sikal?

#3 Terkesima dengan keindahan alam. Siapa cakap tumbuhan melarat tu parasit jahat? Parasites aren't all bad though (tetiber kelas Sains, eh?)
#4 Definitely a sight to behold. Awan kepul-kepul why you so pretty?
#5 Silkworm-inspired kinda building?
#6 The J-Bug Culture Complex; an observatory & culture zone. This is the symbolic structure that promote Ttukseom Hangang Park
#7 Our view from where we sat. Boleh view skyscrapers di seberang sungai...also manusia-manusia yang beriadah

We purposely chose the area where we can gaze out over the river. Mula mau cari area berumput but it was too far from the river. Ndak boleh nampak river; auto cancel port hijau. Berkonsep sungai sungguh piknik ni kali ah. 

#8 Our menu santapan; nasi goreng cili kering campak-campak si Err & ayam goreng + tteokbokki pedas YangPang Ahjumma

Sebab perut masing-masing sudah berkonsert pelbagai genre music; jadi teruslah cari port lepak, bentang tikar hasil pinjaman dari stor guesthouse & soru! Ingatkan semua mampu bertahan dari berlapar, sebab masing-masing sibuk ber-WOW tengok maple leaves...tengok J-Bug...tengok oppa. 

#9 Aku & mereka-mereka. We-ca sebelum acara 'silent treatment' sebab perut lagi penting

Habis makan, galak semua bercerita. Sesi curhat murhat bagai, ndak sedar mentari sudah start sorok diri. Nasiblah awan kepul-kepul telan matahari; so ndaklah regret sangat ndak dapat tengok sunset cun. 

#10 Sunset separa jadi katanye

Lepas makan, sesi gambar area sekitar then kemas-kemas tikar...masa sudah time untuk explore J-Bug. Last time aku pegi, 'Seoul Thinking Floor' tu belum wujud. Kali ni mau tengok apa yang ada dalam 'ulat bulu' ni. 

Ada mini library juga. So boleh spend me-time di sini. Thinking floor katanye kan. Insha Allah next time aku try test spend masa membaca sini. 

#12 Siapa boleh baca Hangul, bolehlah pinjam buku di sini. Kalau aku, harus bawa buku sendiri
#13 Translated as; berehat sebentar itu tidak apa-apa kok
#14 From one of the big round windows
#16 Usha reading/ santai area at the 2nd Level

Kitorang singgah solat di Nursing Room located at 1st Level. Alhamdulillah Allah mudahkan. Siap solat semua, sorang Ahjumma ni masuk & bagitau kitorang bilik tu untuk nursing room jak. Tapi kami angguk (buat-buat faham) jaklah. Sempat membawang Ahjumma juga

"Eleh, habis tu kau bawa periuk mau basuh di sink dalam nursing room tu boleh pula? Adakah periuk baby?"

Gitu. Kitorang soal-jawab sesama sendiri jaklah. Tetap bagi senyuman manis sama Ahjumma. Biarlah, dia ndak tau kan. Maybe dia ingat kami lepak-lepak tidur dalam tu. 

#17 View from the observation deck 1st Floor. 

Di deck ni siap ada beans bag, siapa-siapa plan mau layan sunset & view bangunan warna warni ala-romantika boleh lah lepak sini. Tapi janganlah di musim winter, silap-silap jadi sculpture di situ.


Ronda seround-dua J-Bug ni lepas solat...pastu kami gerak pi area water fountain. Bukan rezeki kami, ndak sempat usha area swimming pool. Rupanya tutup jam 5pm. Ndak apalah bukan mau mandi manda pun kan. 

Sampai area water fountain, gelap gulita. Not long after, dengar lah muzik. And air pun start menari. Oh sampai on time rupanya kami. Too bad ada pagar yang keliling fountain tu. Bolehlah, tengok air menari di sebalik pagar.

#19 Benda simple, bukan ndak pernah tengok tapi aku tetap happy. Senang jak buat si Bibie ni gumbira (yo'oh statement)
#20 Gigih tunggu warna favourite muncul. 

Kitorang bentang tikar lagi sekali. Kali ni di area berumput. Sambil layan ngopi lagi. Rugi ndak bawa keropok buat kudap-kudap. Dekat sejam juga kami lepak sini before Suna spotted the 7E sign at the ship-shaped building anchored offshore.

Maka berjalanlah empat wanita jelita pi kapal tu. Rupanya sanalah tempat untuk sewa swan boat (I called it love boat). Ada cafe & restaurant juga. Tapi kami cuma singgah untuk beli kopi because according to Suna, kopi 7E sedap. 

#21 Si extra cahaya, pentipu betul camera phone aku ni. Sorok segala bekas jerawat. Choi sungguh
#22 Ship-shaped building known as Arirang House (automatic 3 Army humming Arirang; BTS version)
#23 Nun di seberang; Lotte Tower (Jamsil area)

Sudah settled hal kopi di Arirang House, kami pun jalan balik pi subway station. Lepas tu sakit jantung tengok tangga nan tinggi di Exit 2 & 3 tu. Suddenly gatal lah cakap mau ngopi & kudap kek (nafsu!). So kami pi seberang jalan, jalan ikut tunnel.

Pagi sebelum berpiknik, aku search cafe-cafe best dekat Ttukseom Resort ni. Tu yang tiba-tiba TERmengidam kek bagai. Sekalinya Pancake Pantry tutup. Tapi kecewa ndak lama sebab depan sikit ada Coffee the Sol. Masuklah kami berempat. 

Planning asal memang mau lepak. Tapi bila waiter tu bagitau each of us need to order a drink for a table in the cafe, terus kami cancel plan ngopi. Ginilah konsep cafe sini. Diorang ndak mau rugi 'ruang'. And diorang memang strict, no means no. Kita as customer pun kenalah respect. Since yang craving cake (memang all the time ngidam) adalah aku, therefore aku jaklah yang beli. Take out. 

#24 I bought Marble Cheesecake & it was marvelous! Baru makan suku, balance ada dalam fridge. Makan sikit-sikit, takut kalau habis nanti termengidam lagi...eh?

Kami berpecah di Kon-dae Station. Sudah lewat malam, bawa-bawalah balik ke bilik. Maka tamatlah cerita picnic kami di Ttukseom. Kalau sempat merasa winter, bolehlah nanti sledding di sana. Insha Allah, moga ada peluang.

Punya panjang entri picnic si Bibie. Walhal pi sana ndak sampai half day. Sobs.

Till next entry, wassalam.

eryantierdabdulkarim