2 December 2016

Turkiye Day 8 - Last Day in Istanbul

Assalamualaikum. Marhaba.

Previous entry (here).

And finally! Siap juga entry trip Turkiye after nearly 2 years of dilly-dallying. Tahniah Bie! Akhirnya 'pulang ke pangkal jalan'.

11 April 2015
Istanbul

# Parking kereta. 
Adalah diselubungi rasa risau gila while dalam bas on the way to Eminonu from Eyup. Massive traffic jammed. Masa ni lah berdoa sungguh-sungguh supaya sempat buat semua yang diplanned. Soon after arriving at Eminonu, terus berlari pi tram station. Perlu naik tram sampai Kabatas & from there naik funikuler pi Taksim pula. 

Eyup ---> Eminonu (Bus No 99A) ---> Kabatas (Metro Tram) --> Taksim (Funicular)

Taksim Square

Sampai Taksim, terus pi Bagaj. Bukan mau kutip anak gajah, tapi mau tukar baju & tudung. Sambil tu mau touch up sikit sebab tahap rimas nearly hit the highest level. Sebelum kejadian hilang mood or merengus ndak tentu pasal, baiklah aku tunaikan hajat 'minda' duluan. First & foremost!

# Where I stored my anak gajah before leaving for Denizli few days ago.
Sudah yakin wangi & bersinaran, aku walkertapaki pi Hard Rock Cafe. Ada pesanan tambahan dari tanahair; geng Mak Jemahs mau tambah koleksi katanye. Haruslah tolong tunaikan hajat, fridge magnet jak pun bukan dia suru aku hangkut tugu di Taksim Square tu pun kan.

Settled tunaikan pesanan orang, aku pun buang masa cuci mata di Istiklal Caddesi (Street). Sambil beli sebiji dua souvenir untuk diri sendiri. Kalau untuk diri sendiri haruslah beli yang melibatkan 'pengisian perut'.
# Tengok ni jadi gila. 
# Apa yang diorang display tu, macam tulah banyak nuts dalam each package. Sedap gila, each time nampak gambar ni mesti telan liur berkali-kali. Taaaapun!
# More chocolates & Turkish delights. 
# Tapau Kumpir (among my favorite Turkish food). Selamat sampai Malaysia hokey!
# The nostalgic Istiklal Caddesi tram at the Galatasaray stop. 
Bila tengok balik album Turkiye ni, rasa sebak dada. Mau lagi part gambar-gambar di Istiklal Street. I still cannot imagine how the horrific incident could happened here. Suicide bombing attack took place near the Istiklal Avenue; a central shopping street sometime March this year. And the incident caused at least five deaths. Evil!
# One for the album. Yours Truly at Istiklal Caddesi.
Alhamdulillah such incident didn't happened while I was there. Because according to the news I read, at least 12 foreign tourists were among the injured from the attack. Ntah apa bingai betul lah manusia sekarang ni. 

Anyhow, lepas habis cuci mata di Istiklal I headed back to Bagaj. Masa sudah time untuk gerak pi airport. Biarlah sampai airport awal untuk elak kelam kelibut. Manalah tau jalan jammed ka apa kan. Ndak lah stress sendiri dalam bas. Kang nanti traffic light merah pun kau maki, kan Bie?!

Dari Bagaj, walkertapaki jak pi parking bus untuk airport limousine. Walau dekat, sempat jugalah sakit pinggang & bahu sebab suddenly berat anak gajah bertambah. Padahal bukan banyak pun aku beli. 
# Last view of Taksim Square. Dalam hati sempat berdoa moga diberi kesempatan untuk menjejak bumi bertuah ni lagi. Insha Allah, amin amin.
# Limousine bus bound for Istanbul Ataturk Airport. Merasa lah juga arrival at & departure from Turkey's 2 main airports.
Fare: TL 14
# Taken on the way to the airport.
# Till next time, annyeong Istanbul.
# Camii / Mosque
# Valens Aqueduct; once was a major water providing system of the Eastern Roman capital of Constantinople. 

Istanbul Ataturk Airport

Arrived Ataturk Airport after one hour plus on the road. Mau masuk bangunan terminal, every passengers need to undergo double security screenings. Tabahlah angkut & letak anak gajah atas X-ray machines. One before entering the international terminal building, and second time after going through the passport control.
# Up to Third Level u go Miss Err.
# Aktiviti mengepos segala poskad yang ndak sempat aku pos. Semuanya sudah selamat tiba di tangan penerima a week after my departure.
Di Ataturk Airport ni, free wifi adalah nan hado. Sudahlah sampai awal, mati kutu wei ndak tau apa mau dibuat. Dan-dan masa tu juga badan aku start panas. Petanda demam will soon pay me a visit. Sangap gila tercongok depan troli, I decided to lepak at this one kiosk cafe. I saw their wifi signage (for customer only). Dari sangap tunggu masa untuk drop luggage, baguslah aku kill time lepak dulu. Sambil ngopi. Sambil surfing. Sambil sibuk whatsapps ntah siapa-siapa yang sudi layan aku masa tu. And sempat juga ngadu nasib bakal-demam sama si Merengmate; orang yang jadi bahan rujukan aku untuk Turkiye trip ni.
# Killing time.
Ada dekat 2 jam juga aku lepak di cafe tu. Yang pasti aku ndak dapat jelingan tajam neither from the staffs or people around me. Manalah tau ada orang mau melepak tapi tiada seat sebab seorang minah asing conquer seat berjam-jam padahal minum cumalah segelas ice chocolate. Rata-rata buat hal sendiri. I like!
# Realiti kicked in. Ndak mau balik!
Lepas dropped luggage, aku memang ndak tunggu lama di departure hall. Bukan ada mau dibuat juga so aku pun terus masuk boarding hall. Masuk awal, boleh cuci mata area sana pula.
# Boarding hall
# Food court. 
Plan aku cuma mau meninjau area ni. I walked from one lot to another. Sekalinya perut berdangdut lapar. Siap specifically minta nasi! Demand ndak hengat. Ingat murah kah makan di airport diorang ni. 
# Ku turutkan kata perut sebab Lira pun masih banyak berbaki. And aku pun memang teringin mau rasa makanan di food court diorang (alasan koh!).
Keluar dari food court, aku tengok information board. Ok fine, departure gate sudah ditukar. Maka berjalanlah aku pi gate. Dengan harapan dapat duduk & layan mata seround dua before naik kapal. Seat dapat, tapi ndak dapat melelap sebab bising sangat masa tu. Ramai family travelling with kids. Aku pasrah. Jadinya layan telek gambar yang aku ambil sepanjang 8 hari di bumi Turki (ayat!). Al maklum, wifi kan nan hado. Sambil tu sempat bercerita sama few Malaysians yang sama flight ngan aku.

Ada seorang minah ni kerja di Doha. Traveled to Istanbul with her husband & 2 kids. And diorang habis dekat RM 2k untuk teksi jak. Susah berjalan bawa anak katanya. Aku iyakan jak sebab belum ada experience kan. Dengar 2k, rasa mau gugur jantung aku. And bila dengar teksi, terus jantung mau berhenti. Drama! Tapi fikir punya fikir, memanglah minah tu ndak kisah sebab kan untuk keselesaan anak-anak dia juga. Win win situation. Parents dapat sightseeing dengan aman & anak-anak ndak rimas/penat perlu jalan jauh-dan-berbukit. Lagipun minah tu bagitau gaji 10k tu kira murah di Doha. So bolehlah imagine berapa gaji dia sampai RM 2k tu ndak banyak mana for her.

Borak punya borak, aku baru perasan kapal kami belum sampai. It was already time for our departure. Tanya personnel in charge, diorang suruh kami tunggu. Yang Pak-Pak & Mak-Mak Arab sudah mula menceceh. The kids started throwing tantrums. And aku masuk fasa annoyed sebab masa tu jugalah badan mau mengigil & kepala berhelikopter bagai. Slowly I told myself to hold on. Biarlah demam once touch down Malaysia. But not at that time. Aku kena transit di Doha; walaupun cuma two hours gap masa but I definitely will be needing the energy to walk to the transit hall & later to the departure gate.

Bila dengar announcement yang flight delayed for an hour due to bad weather in Doha, terus rasa jantung stop berdegup. I need to be in Doha at least an hour early sebab nanti dari transit hall aku akan kena lalu passport control lagi sebelum masuk departure gate. Jarak to both areas bukan dekat! Masa ni lah rasa mau tikam dada sendiri kenapa bijak bestari pi ambil flight with 2-hours transit time only. Berani mati kan ko Bie. 

Argh! The agony of waiting? How can I ever possibly explain that?! I prayed & waited patiently. Tried calming myself by talking to the Malaysian lady sitting next to me. It didn't help much though. Lagi stress ada sebab minah tu ada 4 hours gap time before her flight to Malaysia. Whilst me? It was 2 freaking hours! I looked at the clock on the wall without blinking (ok; tipu!). Ntah berapa kali lepas keluhan. Ntah siapa perlu aku blame. Bad weather, siapa manusia untuk kawal. Oklah tu delay, daripada kena naik 'roller coaster' lagi. Immediately teringat bad experience flight AMS-LGW. Fine, sila terima hakikat thing happened for a reason. Aku ulang ayat tu banyak kali, walau dalam hati sebenarnya masih risau pasal flight balik Malaysia. Ndak kan kena beli ticket baru wei!
# Alangkah kecutnya hati bila tengok di luar, plane from Doha belum sampai. Huwaaa!
We were so happy upon being told the flight that will take us to Doha, Qatar has arrived. Rasa mau lompat bintang tapi aku adalah lemah. Kan kunun-demam. Sampai jak Doha, aku terus pecut 100m pi transit hall. Rupa memang out gila. Dengan sling bag macam mau putus, dengan nafas tercungap macam ndak cukup O2. Immigration officer yang check passport aku pun siap suruh aku calm down & tarik nafas. Simply embarrassing! Nasiblah ndak payah claim pastu check in luggage bagai sebab luggage dari Turkiye akan direct pi Malaysia. Aku ndak fikir pun pasal anak gajah masa berlari pecut tu. All I want was for me to reach & board the plane to Malaysia a.s.a.p! 

I board the plane with super messy face. And lets not forget the heavy gasping. I swear with such speed I could make it to our national athletic team. Lulus jadi pelari pecut negara. Sampai seat, terkejut mat salleh sebelah nampak aku. Hairan kali sebab belum habis bercungapan. Tapi part paling best when one of the FA came & gave me a cup of water. 

"Cik minum dulu, and tarik nafas. Calm down eh, Cik dah kat dalam flight."

Tetttt. Memang kelibut sangat kah aku sampai FA pun perasan. Nasiblah badan. Janji dapat naik flight. Sebenarnya rasa rugi gila berlari pecut sebab flight take off 40 minutes after I boarded the plane. Ciskek hampagas betul! Rupanya kalau connecting flight macam ni, flight akan reschedule bila one of the flights delayed. Ndak mau rugi bayar gantirugi lah tu kan. Kalau ku tahu.....! Nangis dalam hati masa dengar Captain announced. Flight will depart a little bit late because of the late arrival of the delayed flight from Istanbul to Doha. 

Ndak apalah, pengajaran untuk diri sendiri. Next time kalau mau bertransit, pilih yang not less than 4-hours gap untuk elak dari berlari pecut lagi. Haru biru kejadian di tengah malam. 
# Aku sudah selamat duduk & layan lagu, diorang ni pula masuk plane dengan ketenangan & keyakinan tinggi yang diorang ndak kan kena tinggal flight. Tabah!
We safely arrived KLIA in the evening the next day. And aku selamat demam gigil dalam flight. Selamat telan 4 biji Panadols sebelum touch down. Tidur adalah sangat terganggu dengan haba badan sendiri. Langsung ndak selesa. 

Tapi magic, once keluar dari perut kapal & lepas ambil bag, and berjalan pi pick-up area; aku suddenly sihat. Demam no more! Memang demam nyang-nyuk betul. Or sebab aku excited mau melepak sama minah-minah Divana. Tu cerita lain entry lah kan.

Phew sangat, akhirnya selamat aku habiskan entry trip Turkiye ni. Dekat dua tahun stuck di Turkiye oii! Finally, 'balik' Malaysia. Lepas ni aku share info accommodations & cost untuk trip ni pula. Insha Allah! 

Harapnya, sinar Rajin masih bersisa dalam diri.

eryantierdabdulkarim

Categories: , , ,

6 hollered!:

syieda said...

tahniah boss dah selamat balik malaysia. hihihihi

azaleania said...

Akhirnya....sambung entry mana pulak?? China?

Bibie Karim said...

Syieda: Xbalik lagi sebab singgah rumah ko pula harini haha

Bibie Karim said...

Aza: Hahaha China lama lagi beb. Ada Kuching & Melb menanti. Tabahlah.

Roslawati Binti Shaari said...

Hi Bie, uols travel sensorang kan ? bravoo..

Bibie Karim said...

Roslawati: Hi! Aah sengsorang. Katanye nak feel solo haha.

Copyright © My Life, My Thoughts, My Dreams | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑